Tak terasa sudah hampir satu bulan aku berasa hidupku bergairah lagi setelah kegagalanku. Berawal dari ketidak sengajaan saling sapa di dunia maya, menjadikan kami smakin intens to say hello each other.
It's really wierd to realize that I don't even know you yet in real, tapi all seems to be true dan kau benar2 nyata berada bersamaku.
Seperti anak muda yg merasakan jatuh cinta atau ini puber kedua?
Belum tau rasa apa ini? cinta atau hanya keinginan pertemuan dan rasa penasaran saja yg membuat hati berbunga2? We plan to meet then, and I really can't wait to see you. Tak ku pungkiri, rasa ini seolah de javu perasanku saat aku bertemu dgn mantan suamiku..
Apa karena ternyata aku juga memilih orang yang salah? Why should I? Kenapa aku harus bertemu dgnmu? Bertemu pada saat yang tidak tepat? Terlambat mengenalmu? Aku yang harus "lagi" berbagi dengan yang lain, yang harus juga menunggu waktu tepat utk bercengkerama denganmu, yang tidak bisa leluasa say " I love you", dan harus menunggu giliran?
Tapi aku tetap percaya akan Kuasa tangan Tuhan, semua itu Tangan Tuhanyang menuntunku utk memmbalas awal sapaanmu, yg menuntun utk menjadikan setiap percakapan kita sangat indah, yang menuntun kita untuk bertemu dan merencanakan untuk melakukan hal-hal indah? Bukan bermaksud sabagai suatu pembenaran, tapi aku yakin ini takdir Tuhan, bahwa ini garis hidupku harus bertemu denganmu
Terimakasih Papi, you have brightened my days, tak tahu untuk sampai kapan, tapi saat ini aku bahagia...itu sudah cukup buatku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar